MUSIC-WALLPAPPER

Google Search

Loading

Sejarah Indonesia di Ajang Olimpiade

Olimpiade adalah ajang olahraga yang diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti oleh seluruh negara di dunia yang terdaftar di Komite Olimpiade Internasional (IOC). Oke mari kita simak sejarah perjalanan Indonesia di ajang Olimpiade
1. Helsinki (Finlandia) tahun 1952
Indonesia pertama kali ikut Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki (Finlandia) yang mewakilkan 3 atlit yaitu Maram Sudarmodjo yang berhasil menempatkan diri pada urutan ke-20 dalam cabang olahraga lompat tinggi, Habib Suharko pada cabor renang dan Thio Ging Hwie pada cabor angkat besi. Meskipun gagal dalam memperoleh medali, namun setidaknya inilah awal kebangkitan Olahraga Indonesia di International.
Indonesia sempat dua kali tidak ikut Olimpiade yaitu pada tahun 1964 di Tokyo, Jepang dan pada tahun 1980 di Moskwa, Rusia.
2. Melbourne (Australia) tahun 1956
Indonesia mewakilkan 22 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali.
3. Roma (Italia) tahun 1960
Indonesia mewakilkan 22 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali.
"Indonesia sempat dua kali tidak ikut Olimpiade yaitu pada tahun 1964 di Tokyo, Jepang dan pada tahun 1980 di Moskwa, Rusia."
4. Mexico City (Mexico) tahun 1968
Indonesia mewakilkan 6 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali.
5. Munchen (Jerman) tahun 1972
Indonesia mewakilkan 6 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali. 
6. Montreal (Kanada) tahun 1976
Indonesia mewakilkan 7 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali. 
7. Los Angeles (Amerika Serikat) tahun 1984
Indonesia mewakilkan 16 atlit. Indonesia masih belum bisa meraih medali. 
8. Seoul (KorSel) tahun 1988
Indonesia mewakilkan 29 atlit. Indonesia berhasil meraih medali Olimpiade yang pertama kali. Medali Olimpiade pertama Indonesia disumbangkan oleh Trio Srikandi Pemanah, yakni Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani. Tim pemanah putri berhasil meraih medali perak, dan Indonesia berada di peringkat 36.
9. Barcelona (Spain) tahun 1992
Indonesia mewakilkan 42 atlit yang bertanding di 10 cabang olah raga. 2 Medali Emas, 2 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu berhasil dibawa pulang ke Tanah Air Indonesia. Sungguh pencapaian yang luar biasa semua medali ini diperoleh dari cabang bulu tangkis. Ini adalah debut pertama kalinya cabang olah raga bulu tangkis di Ajang Olimpiade. 2 Emas disumbangkan oleh Pebulu Tangkis Legendaris yaitu SUSI SUSANTI (Tunggal Putri) dan ALAN BUDI KUSUMA (Tunggal Putra), sementara 2 perak di sumbangkan oleh Ardy Wiranata (Tunggal Putra) serta Eddy Hartono dan Rudy Gunawan (Ganda Putra). Dan medali Perunggu disumbang oleh Hermawan Susanto pada tunggal putra. Indonesia menduduki peringkat 24.
10. Atlanta, Georgia (Amerika Serikat) tahun 1996
Indonesia mewakilkan 40 atlit yang bertanding di 11 cabang olah raga. 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu berhasil dibawa pulang ke Tanah Air Indonesia. Semua medali yang diraih masih dari cabang olah raga yang sama yaitu bulu tangkis. Medali emas diraih oleh Rexy Mainaky dan Ricky Subagja (Ganda Putra), Medali Perak diraih oleh Mia Audina (Tunggal Putri), dan untuk 2 medali perunggu disumbang oleh Susi Susanti (Tunggal Putri) serta Antonius Ariantho dan Denny Kantoro (Ganda Putra). Indonesia menduduki peringkat 41.
11. Sidney (Australia) tahun 2000
 
Indonesia mewakilkan 47 atlit yang bertanding di 12 cabang olah raga. Pada Olimpiade kali ini Indonesia mampu meraih 1 Medali Emas, 3 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu. Medali emas disumbang oleh pasangan Tony Gunawan dan Candra Wijaya dari cabang bulutangkis ganda putra. Sedangkan medali perak disumbang pasangan Tri Kusharjanto dan Minarti Timur (Ganda Campuran/Badminton), Hendrawan (Tunggal Putra), Raema Lisa Rumbawes (Angkat Besi/Women 48kg). Untuk medali perunggu disumbang oleh Sri Indriyani (Angkat Besi/Women 48kg), Winarni Binti Slamet (Angkat Besi/Women 53kg). Indonesia berhasil menduduki peringkat 38.
12. Athena (Yunani) tahun 2004
Indonesia mewakilkan 38 atlit yang bertanding di 14 cabang olah raga. Pada Olimpiade kali ini Indonesia mampu meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu. Medali Emas disumbangkan oleh Taufik Hidayat (Tunggal Putra/Badminton), Medali Perak disumbang oleh Raema Lisa Rumbewas (Angkat Besi/Women 53kg), dan medali Perunggu disumbang oleh Flandy Limpele/Eng Hian, Bulutang (Ganda putra/Badminton) serta Soni Dwi Kuncoro (Tunggal Putra/Badminton). Indonesia menduduki peringkat 48.
13. Beijing (Cina) tahun 2008
Indonesia mewakilkan 24 atlit yang bertanding di 7 cabang olah raga. Pada Olimpiade kali ini Indonesia mampu meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 3 Medali Perunggu.
 Indonesia menduduki Peringkat 42.
14. London (Inggris) tahun 2012
Indonesia mewakilkan 22 atlit yang bertanding di 8 cabang olah raga. Pada Olimpiade kali ini Indonesia gagal meraih Medali Emas, hanya mampu membawa pulang 1 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu. Semua medali disumbangkan oleh cabang Angkat besi, Medali Perak disumbang oleh Triyatno (Angkat Besi/Men 69kg) dan medali Perunggu disumbang oleh Eko Yuli Irawan (Angkat Besi/Men 62kg). Indonesia menduduki peringkat 63.
15. Rio de Janeiro (Brazil) tahun 2016
Indonesia mengirimkan 28 atlit untuk berlaga di Rio de Janeiro, Brazil. Ada 25 atlet Indonesia yang lolos langsung dari babak kualifikasi Olimpiade. Sedangkan tiga atlet lainnya mendapat wild card, yakni satu atlet atletik dan dua atlet renang. Pada Olimpiade kali ini Indonesia mampu membawa pulang 3 medali yaitu: 
1 Medali Emas yang diraih oleh Pasangan Ganda Campuran/Badminton Liliana Natsir dan Tontowi Ahmad.
2 Medali Perak yang diraih oleh Dua atlet angkat besi, Sri Wahyuni (Women 48kg) dan Eko Yuli Irawan (Men 62 kg)
Indonesia menduduki Peringkat 46.

Terima Kasih yang sebesar-besarnya buat para Atlit dan segenap official yang sudah berlaga di Ajang Olimpiade, Anda semua Adalah Pahlawan. Semoga semakin banyak medali yang mampu dibawa pulang.





 
0 Komentar untuk "Sejarah Indonesia di Ajang Olimpiade"

Back To Top