MUSIC-WALLPAPPER

Google Search

Loading

Mengukur Suhu dengan Suara Jangkrik

Musim penghujan telah datang (Sekitar Oktober), tau tidak apa aktivitas menarik anak di musim penghujan selain Hujan-hujanan.
Yuppppss tepat sekali "Berburu Jangkrik", ini adalah aktivitas yang biasa dilakukan sebagian besar anak-anak di pedesaan he he setahu ane sih kalo anak-anak perkotaan sudah terjejali dengan game online sehingga mereka jarang yang tahu keistimewaan dan kesenangan memelihara jangkrik.
Di sini saya ingin mengenang masa kecil saya dulu, KRik..KRik..KRik..yups kurang lebih begitulah bunyi jangkrik jantan....biasanya jangkrik yang dipelihara adalah jangkrik jantan karena yang berbunyi atau mengerik adalah jangkrik jantansedang yang betina tidak (kalo yang betina biasanya buat makanan burung).
Tahukah Anda kenapa jangkrik jantan mengerik (istilah jawa: NgengKrik) apakah mereka sedang berkomunikasi???
He he kalo itu komunikasi terus bagaimana dengan jangkrik betina apakah mereka bisu mereka kan tidak bisa mengerik. Sebenarnya mengerik itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan jangkrik jantan untuk menarik perhatian lawan jenis. Mereka mengeluarkan bunyi (Krik..Krik..Krik..dst) dengan cara menggosokkan kedua penutup sayap-sayap panjang mereka bersama-sama, dari kedua sayap tersebut ada gesekan satu sama lain sehingga menimbulkan bunyi kegiatan sering disebut teknik ”sekrap dan kikir”.
Biasanya mereka mengerik di malam hari (kegelapan malam)karena bunyi akan merambat lebih baik bila udaranya tenang tanpa ada gangguan suara lain tak seperti siang hari yang selalu padat dan ramai. Bunyi jangkrik dapat merambat lebih dari 1 mil dalam keadaan ideal, tetapi masih ada sejumlah jangkrik tidak puas membiarkan jangkauan kerikannya, oleh karena itu jangkrik lebih senang berada dilubang-lubang tanah dan mengerik di dalam lubang tersebut untuk menciptakan sejenis efek terowongan yang menggema dan menambah keras suara selain itu juga terasa lebih aman.
Nah sekarang kembali ke judul postingan di atas "Mengukur Suhu dengan Suara Jangkrik". Woowww sebentar-sebentar kan sudah ada Termometer untuk mengukur suhu kenapa pake jangkrik.
Yups memang sudah ada termomete tapi apa salahnya sedikit nambah wawasan. . .
Ternyata ada suatu hubungan antara suara kerikan jangkrik dengan suhu. Anda coba hitung suara mengerik dari seekor jangkrik jantan selama 15 detik terus ditambahkan dengan angka 40 konon hasil dari penjumlahan angka tersebut adalah ukuran suhu dalam derajat Fahreinheit. Misalnya dalam 15 detik terdengar bunyi kerikan jangkrik sebanyak 37, angka tersebut kita tambah 40 ....jadi hasilnya 37+40 = 77, nah angka 77 ini adalah suhu yang ada disekitar jangkrik tersebut yaitu sekitar 77 F.
Mungkin ini hanya kebetulan atau memang filing seekor hewan terhadap lingkungan sekitarnya, seperti bunga pukul 4 yang selalu mekar sekitar jam 4 sore.
0 Komentar untuk "Mengukur Suhu dengan Suara Jangkrik"

Back To Top