MUSIC-WALLPAPPER

Google Search

Loading

Anda Ikhlas atau Tidak ?

Jika muncul suatu pertanyaan seperti di atas pasti akan banyak orang yang menjawab " Ikhlas" ( he he termasuk saya), tetapi apakah keikhlasan itu benar-benar muncul dari lubuk hati kita yang paling dalam atau hanya sekedar ucapan manisnya bibir. Memang benar-benar sulit menerapkan keiklhasan dalam kehidupan nyata. Berikut klisenya :

Karang Taruna : " Met siang, Om."
Pak Jayuz (Pemilik Toko): " Siang, Ada apa Dik ?"
Krg Taruna :" Maaf Om mengganggu sebentar, Ini kami dari Krg Taruna Arum Bersama mau minta sumbangan untuk korban bencana? "
Pak Jayuz :" Mmmmm (berpikir sejenak). . .dah dapat ijin dari Pak RT ?"
Krg Taruna : "Dah, kok Om. Itu ada tandatangan Pak RT".
Pak Jayuz :" Oke..Oke.. nie 20 Rb, jangan lupa nama saya di catet ya ntar di kira belum nyumbang lagi."
Krg Taruna : " Oh ya... Om . terima kasih ya.
Lalu ada seorang pembeli yang baru saja membeli sesuatu di tempat Pak Jayuz datang menghampiri kami.
Pembeli : "Dik .. Dik . . sebentar nie ada sedikit uang mudah-mudahan bisa membantu ( sambil memasukan uang ke kotak sumbangan)"
Krg Taruna :" Terima kasih banyak Pak...namanya Bapak siapa ya?
Pembeli : "( tersenyum kecil) Ga usah pake nama Dik"

Jadi inget waktu mengumpulkan dana untuk korban bencana Alam, waktu itu si Bapak Pembeli itu memasukkan uang "kalo ga salah" 50 Ribu (lumayan gede) . . .yang paling bikin salut adalah beliau ga mau pake acara catet nama hem patut di acungi jempoL tu Bapak. Berdasarkan penggalan cerita di atas menurut Anda . . .Siapakah yang benar2 ikhlas????(Pasti Bisa Menjawab Sendiri).
Ikhlas memang mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dipraktekkan. Makna Ikhlas secara bahasa adalah bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, antara lain sebagai berikut: (http://www.muslimdaily.net/artikel/islami/2939/ikhlasmudah-diucapkansulit-diamalkan).
1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.

Jika kita berbuat baik kepada semua makhluk ciptaan Allah niscaya akan datang pula kebaikan kepada kita.


0 Komentar untuk "Anda Ikhlas atau Tidak ?"

Back To Top