MUSIC-WALLPAPPER

Google Search

Loading

OSILOSKOP


Osiloskop adalah suatu alat ukur elektronika untuk menampilkan berbagai macam-macam sinyal listrik baik arus bolak-balik (AC-Alternating Current) maupun arus searah (DC-Direct Current), pada layar CRT atau LCD. Osiloskop secara umum ada dua macam, yaitu osiloskop biasa dan osiloskop dengan penyimpan data secara digital (storage oscilloscope). Pada osiloskop biasa sinyal yang tampak pada layar adalah sinyal yang terjadi pada saat itu dan tidak dapat ditampilkan pada lain waktu, sedang pada storage osiloskop sinyal yang diamati dapat disimpan untuk waktu yang relatif lama dan dapat ditampilkan sewaktu-waktu.
Kemampuan menampilkan sinyal sinus dengan frekuensi tertinggi menandakan kemampuansuatu osiloskop. Ada osiloskop yang hanya dapat menampilkan sinyal dengan frekuensi 20MHz, 50MHz, dsb. Kemampuan lain dari osiloskop juga bergantung pada besarnya amplitudo sinyal sinus yang dapat dilihat tanpa merusak osiloskop tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan menampilkan sinyal yang besar biasanya pada probe ada peredam untuk meredam redaman 10 kali. PEREDAMAN PADA PROBE INI HARAP DIPERHATIKAN, KARENA ORANG YANG KURANG BERPENGALAMAN SERING MELAKUKAN KESALAHAN BACA AKIBAT KESALAHAN PENGATURAN.

TOMBOL-TOMBOL UTAMA PADA OSILOSKOP
Secara umum osiloskop memiliki empat kelompok tombol utama dengan pembagian sebagai berikut:
1. Kelompok tombol vertical
• Kanal (Channel) 1
• Kanal (Channel) 2
• Mode vertical.
2. Kelompok tombol sweep time.
3. Kelompok tombol pemicu (trigger).
4. Kelompok tombol tampilan layar.
Masing-masing kelompok tersebut telah dikelompokkan oleh pembuat dengan menggunakan garis batas pada panel osiloskop tersebut.

Selengkapnya Klik DISINI


PENGOLAHAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS
"Laporan Studi Lapangan"

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida.
2. Sejarah Biogas
Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini (biogas) yang dibakar untuk menghasilkan panas. Namun, orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta (1776), sedangkan Willam Henry pada tahun 1806 mengidentifikasikan gas yang dapat terbakar tersebut sebagai methan. Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan.
Pada akhir abad ke-19 ada beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia dan beberapa unit pembangkit biogas dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Karena harga BBM semakin murah dan mudah memperolehnya pada tahun 1950-an pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan. Namun, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke-19. Alat pencerna anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. (FAO, The Development and Use of Biogas Technology in Rural Asia, 1981).
Negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit gas bio dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk.
Dengan teknologi tertentu, gas methan dapat dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik, menjalankan kulkas, mesin tetas, traktor, dan mobil. Secara sederhana, gas methan dapat digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan menggunakan kompor gas sebagaimana halnya elpiji.

Selengkapnya KLIK AJA DI SINI
0 Komentar untuk "OSILOSKOP"

Back To Top